Beranda Giat Ops Dua Pemuda Harus Berurusan Dengan Polisi, Karena Telah Mensetubuhi Gadis Dibawah Umur

Dua Pemuda Harus Berurusan Dengan Polisi, Karena Telah Mensetubuhi Gadis Dibawah Umur

15
BERBAGI

Polres Pekalongan – Orang tua yang memiliki anak gadis usia remaja atau ABG sudah saatnya meningkatkan pengawasan. Sebab, dua buruh Arman alias Cunus (25) dan Zaenudin (29) asal Desa Kwayangan Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan tega menyetubuhi seorang gadis yang masih remaja secara bergantian. Beruntung perbuatan kedua tersangka dapat diketahui oleh orang tua korban hingga akhirnya tersangka berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pekalongan, Senin (4/12).

Informasi diketahui, persetubuhan terhadap seorang gadis yang kini masih duduk di bangku tingkat SMP, kedua tersangka mengajak ketemuan dengan korban berinisial SID (15). Kemudian tanpa berpikir panjang, Rabu (29/11) korban mau diajak ketemu sekira pukul 21.00 Wib di makam Bong Cina ikut Desa Kwayangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Korban pun datang ke Bong Cina bertemu dengan kedua tersangka. Setelah bertemu korba minta dicarikan pekerjaan karena sedang tidak punya uang. Zaenudin pun kemudian menawarkan korban kepada teman-teman yang berminat memboking korban.

Sedangkan Cunus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengajak korban untuk menginap di rumahnya di Dusun Pasangan Desa Kwayangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Saat di rumahnya, Cunus telah menyetubuhi korban, kemudian keesokan harinya tanggal 30 November 2017 sekira pukul 09.00 Wib Cunus kembali mengantarkan korban ke bong Cina Desa Kwayangan untuk bertemu dengan Zaenudin. Setelah Cunus pergi, Zaenudin kembali menyetubuhi korban. Usai menyetubuhi korban, Zaenudin kemudian mencarikan korban tempat menginap di kos-kosan ikut Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Ternyata, semenjak Senin 27 November 2017, korban tidak pernah pulang ke rumah, sedangkan anggota keluarnya mencari keberadaan korban. SID berhasil ditemukan di sebuah tempat kos ikut Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Anggota yang mendapatkan laporan langsung melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti.

“Kemudian kedua tersangka akhirnya bisa diamankan di tempat yang berbeda. Tersangka adalah Arman Ardiyanto alias Cunus (25) dan Zaenudin alias Do’ok (29) yang keduanya beralamat di Desa Kwayangan, Kecamatan Kedungwuni. Adapun barang bukti yang diamankan berupa satu stel pakaian milik korban,” terangnya.

Kedua tersangka lanjut dia dikenakan tindak pidana dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya. Kemudian melarikan perempuan yang belum dewasa tanpa sepengetahuan dan/atau seijin dari orang tua dan/atau walinya.

Menurut Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasubbag Humas Bag Ops Polres Pekalongan AKP M. Dahyar menyampaikan sebagaimana diatur dalam Pasal 81 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 01 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang juncto Pasal 76.D Undang Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan pasal 332 ayat (1) KUHP,’ lanjutnya.

Atas kejadian itu, ia meminta kepada masyarakat terutama yang memiliki anak usia remaja agar senantiasa mengawasi pergaualan anaknya. Selain itu ketika tidak pulang rumah agar selalu ditanyakan keberadaan untuk menghindari hal yang tak dinginkan. (Y.Er$hi-Yon)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Sumber : POLRES PEKALONGAN

BERBAGI