Olah TKP Terkait Hilangnya 130 Kantong Beras Raskin Di Balaidesa Karangasem

Polrespekalongan.com – Untuk kesekian kalinya, beras raskin atau rastra menjadi sasaran kawanan pencuri. Adapun kali ini terjadi di Balaidesa Karangasem, Kecamatan Talun, Rabu (5/9). Atas kejadian itu setidaknya 130 kantong atau 1.3 ton Raskin digondol pencuri.

Kassubbag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom ketika dikonfirmasi Senin (10/9/2018) pagi tadi menerangkan bahwa pembobolan Balaidesa Karangasem, Kecamatan Talun diketahui sekira pukul 08.15 wib. Bermula ketika perangkat desa, Muhsin (36) tiba di balaidesa. Namun ketika dilokasi mendapati pintu depan kantor balaidesa sudah dalam keadaan terbuka.

“Disaat masuk dan mengecek ruangan tempat raskin ternyata beras raskin sudah tidak ada. Kemudian Muhsin menghubungi Muntiah selaku Kepala desa untuk mengabarkan kejadian tersebut,” terangnya.

Kepala desa yang tak lama kemudian datang ke Balaidesa, kemudian langsung mengecek dan setelah dihitung ada sekitar 130 karung beras atau seberat 1,3 ton beras raskin hilang. Dengan kejadian itu, pemerintah desa melaporkan ke Mapolsek Talun.

“Anggota yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi untuk memintai keterangan saksi dan olah TKP,” lanjutnya.

Adapun dari hasil olah TKP oleh anggota Indentifikasi, ditemukan pintu utama balaidesa kunci slot atas dalam keadaan rusak, sedangkam anak kunci / pintu dalam keadaan terkunci. Kemudian ditemukan ceceran beras raskin di ruangan balaidesa. Untuk beras yang diambil sebanyak 1300 kg /130 sak karung dan per sak karung berisi 10 kg.

Sedangkan dari keterangan saksi, bahwa beras raskin tiba di Balaidesa Karangasem, pada Senin (03/9) sekira pukul 10.00 wib dengan angkutan truk nopol G 1313 K. Beras raskin tersebut merupakan pengiriman dari gudang bulog 606 Kandeman Batang.

“Dari keterangan sejumlah saksi sekira pukul 02.30 wib sewaktu korban melihat TV mendengar suara seperti menurunkan material, akan tetapi saksi tidak melihat apa yang terjadi. Karena biasanya material bangunan untuk ruang serba guna tepatnya belakang balaidesa masih proses pengerjaan. Selain itu ada juga salah satu warga yang melihat pada malam kejadian ada mobil box yang di sekitar balaidesa,” katanya.

Agar kejadian yang serupa tidak terulang kembali, pihak Kepolisian menghimbau kepada pemerintah desa apabila menerima kiriman raskin agar segera dibagikan. Atau paling tidak balaidesa dijaga secara bergantian. “Apabila dilingkungan masing masing ada orang atau kendaraan yang mencurigakan segera datangi dan tanyakan apa keperluanya, sehingga tindak kriminalitas dapat segera diantisipasi,” imbaunya

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*